9 Apr

Survei SSI: Ide dan Gagasan Bisa Ubah Pemilih Jakarta

Jakarta- Direktur Eksekutif Skala Survei Indonesia (SSI), Abdul Hakim menyebutkan jika dari survei yang dilakukannya terdapat kesimpulan bahwa telah terjadi dinamisasi yang luar biasa terhadap pemilih Jakarta.

Dinamisasi ini, katanya, sudah terjadi sejak Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2012 lalu. Di mana saat itu berbagai survei menunjukkan bahwa satu minggu sebelu hari H pencoblosan, pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli dengan Jokowi-Basuki memiliki perolehan suara yang timpang sekali dengan angka 49 persen umtuk Foke dan Jokowi-Basuki hanya 14 persen.

Namun dalam waktu satu minggu, katanya, dinamisasi perubahan atas pemilih Jakarta ini terjadi karena faktanya di putaran pertama, Foke-Nara yang semula 49 persen menjadi 32 persen. Hal ini, katanya, terjadi di survei yang telah dilakukannya.

“Seminggu sebelum saya lakukan survei, urutan pertama di lembaga survei lain Basuki-Djarot, kedua Anies-Sandi, dan ketiga Agus-Sylvi. Tapi seminggu setelahnya, saya lakukan survei, posisinya berubah walaupun posisi pertama masih sama. Artinya, dinamisasi warga Jakarta berubah,” kata Abdul saat paparan hasil survei SSI bertajuk Adu Balap Menuju DKI-1 di Restoran Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (23/10).

Ia mengatakan, dalam waktu empat bulan ini, posisi para calon masih bisa berubah. Hal tersebut, katanya, sangat tergantung dengan gagasan dan ide yang diajukan oleh masing-masing pasangan calon.

Ia menyebutkan, salah satu faktor terjadinya dinamisasi pemilih ini adalah informasi yang masuk terhadap para pemilih sangat cepat terkait dengan sangat mudahnya akses informasi melalui sosial media dan menjadi viral.

“Isu dan gagasan yang dikeluarkan kandidat akan menjadi penentu untuk membalap kandidat yang lain,” katanya.

Sedangkan menurunnya elektabilitas Basuki-Djarot dari Februari 2016 ke Oktober 2016 ini, katanya, disebabkan pada bulan Februari belum ada partner pembanding. Berbeda kondisinya dengan saat ini di mana Basuki dan Djarot sudah memiliki pesaing.

“Namun ini kelihatan secara kompetensi tiga pasangan ini cukup menjanjikan. Mereka rising star di bidang masing-masing,” pungkasnya.

Deti Mega Purnamasari/PCN

http://www.beritasatu.com/megapolitan/394387-survei-ssi-basuki-masih-kuat-walau-elektabilitas-turun.html

Leave a Reply