5 Sep

Nasionalisme Kunci Menghambat Gerakan Kudeta

Oleh : Abdul Hakim MS
NASIONALISME vs KUDETA
Tahukah kita bahwa ternyata ada korelasi yang cukup erat antara rasa nasionalisme dengan gerakan kudeta?

Hasil penelitian Skala Survei Indonesia (SSI) pada 2010 menunjukkan, bahwa bagi warga negara Indonesia (WNI) yang tidak memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, memiliki kecenderungan lebih besar untuk mendukung gerakan kudeta dibandingkan dengan mereka yang memiliki rasa nasionalisme yang baik.

Hal itu seperti terlihat dalam data grafis di atas. Dari sepuluh orang yang memiliki rasa nasionalisme yang baik, ternyata hanya 1 orang saja yang memiliki kecenderungan untuk mendukung gerakan kudeta, sementara 7 lainnya menentang dan 2 tidak akan mengambil sikap. Sementara dari 10 orang yang tidak memiliki rasa nasionalisme, hampir 3 orang memiliki kecenderungan untuk mendukung kudeta, 5 menentang, dan dua lainnya tidak akan mengambil sikap.

Akan tetapi secara keseluruhan, gerakan kudeta tetap ditentang oleh mayoritas masyarakat Indonesia, baik yang memiliki rasa nasionalisme yang baik maupun yang tidak. Jika digabungkan, dari 20 orang yang memiliki atau tidak memiliki rasa nasionalime, sebanyak 12 orang memiliki kecenderungan menentang gerakan kudeta. Hanya 4 orang saja yang memiliki kecenderungan untuk mendukung gerakan kudeta. Sementara 4 orang lainnya akan memilih tidak mendukung satu diantara keduanya.

Dari data ini bisa kita tarik kesimpulan, bahwa untuk lebih mematangkan pemahaman demokrasi kita, dalam konteks sirkulasi kekuasaan, menjadi sangat penting bagi para pemangku kepentingan di negeri ini untuk kembali menanamkan rasa nasionalisme yang baik kepada setiap warga Negara. Hal ini menjadi kunci untuk menjaga ketertiban pergantian kekuasaan secara beradab melalui pemilu. Karena merujuk data di atas, nasionalisme memberi kontribusi besar untuk mencegah terjadiya gerakan kudeta.

Leave a Reply