6 Sep

Data & Fakta Jelang Pilkada DKI Jakarta 2017

Sebagai tolak ukur peta politik nasional, suksesi kepemimpinan politik di Provinsi DKI Jakarta selalu menarik untuk dicermati. Politisi, akademisi, dan parktisi diberbagai bidang turut andil didalamnya. Itu sebabnya, tak begitu mengherankan apabila kemudian rute suksesi kepemimpinan politik di jakarta kerap memanas.

Pun demikian halnya dengan suksesi kepemimpinan yang akan dihelat di 2017 mendatang. Dinamika politik jakarta semakin riuh. Berbagai dukungan untuk para calon kandidat yang digadang-gadang maju pun bertambah gemuruh.

Ditengah hiruk-pikuk perjalanan suksesi kepemimpinan di DKI Jakarta yang tinggal menghitung bulan ini, saya akan coba uraikan sedikit data dan fakta jelang suksesi kepemimpinan pada Februari 2017 mendatang.

Wilayah Administrasi

WILAYAH ADM DKI JAKARTAProvinsi DKI Jakarta terdiri atas 5 Kota administrasi dan 1 kabupaten administrasi (yakni kota administrasi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara serta 1 kabupaten administrasi Kepulauan Seribu). Jumlah kecamatan sebanyak 44 kecamatan. Sementara jumlah kelurahan sebanyak 267 kelurahan.

Kursi DPRD & Jumlah minimal dukungan

PEROLEHAN KURSI PARPOL DPRD DKI JAKRTAJumlah kursi DPRD tingkat I ada sebanyak 106 kursi. Perolehan kursi terbanyak digamit oleh PDI Perjuangan sebesar 28 kursi (26%). Disusul secara berurutan oleh Gerindra 15 kursi (14%), PKS 11 kursi (10%), Demokrat, PPP dan Hanura masing-masing 10 kursi (9%), Golkar 9 kursi (8%), PKB 6 kursi (6%), Nasdem 5 kursi (5%), dan PAN 2 kursi (2%). Sementara PBB dan PKPI tak mendapatkan kursi.

Merujuk UU Pilkada, pasangan kandidat bisa ditetapkan sebagai calon kepala daerah apabila didukung oleh minimal 20% kursi DPRD atau 25% gabungan suara parpol dipemilu legislatif. Jika merujuk UU tersebut, maka pasangan kandidat untuk bisa ditetapkan sebagai pasangan kandiat minimal harus didukung oleh 22 kursi parpol di DPRD.

Mengacu pada jumlah perolehan kursi parpol di DPRD DKI Jakarta di atas, maka hanya PDI Perjuangan saja yang bisa mengusung calon tanpa koalisi. Sementara 11 parpol yang lain membutuhkan teman koalisi agar bisa mendaulat calon pasangan kandidat.

Jumlah Pemilih

JUMLAH PEMILIH DKI JAKARTAMerujuk data KPU dari hasil rekapitulasi DP4 yang sudah dipublikasikan, jumlah total pemilih di DKI Jakarta sebanya 7.439.149, yang terdiri atas 50% pemilih laki-laki dan 50% pemilih perempuan. Jumlah pemilih pemula ada sebanyak 5,2%.

Dari jumlah total pemilih yang ada, 22,6% pemilih berada di Jakarta Barat, 11,2% di Jakarta Pusat, 21,2% di Jakarta Selatan, 28,3% di Jakarta Timur, 16,4% di Jakarta Utara, dan 0,2% di Kepulauan Seribu.

Pilkada DKI Jakarta agak berbeda dengan pilkada diwilayah lain Indonesia. Untuk menentukan pemenang, berdasarkan UU Khusus DKI Jakarta, pasangan calon harus memperoleh suara sebanyak 50% + 1. Sementara diwilayah lain, berdasarkan UU Pilkada, pasangan calon cukup memperoleh suara terbanyak untuk bisa ditetapkan sebagai pemenang, meskipun tidak mencapai suara 50% + 1.

Itu artinya, pasangan calon kandidat di DKI Jakarta harus bisa mengumpulkan suara sebesar 3.719.576 untuk bisa memenangi kontestasi. Jumlah ini dengan asumsi tingkat partisipasi pemilih 100%. Sebagai tambahan informasi, pada Pilpres 2014, tingkat partisipasi pemilih di DKI Jakarta sebesar 72,3 persen (berbagai asumsi tingkat partisipasi, silahkan hitung sendiri).

Hasil Pilkada 2012

Pada pilkada 2012, ada enam (6) pasang calon yang ikut dalam kontestasi. Mereka adalah pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria, Joko Widodo-Basuki T Purnama, Hidayat Nurwahid-Didiek J Rachbini, Faisal Batubara-Biem Benjamin, Dan Alex Noerdin-Nono Sampono. Fauzi Bowo kala itu berposisi sebagai incumbent.

PILKADA 2012_PUTARAN PERTAMAPilkada 2012 berlangsung dua putaran. Pada putaran pertama, dua pasangan yang memperoleh suara terbanyak adalah Joko Widodo-Basuki T Purnama 42,60% (1.847.157) dan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli 34,05% (1.476.648). Dua pasangan ini kemudian kembali berkontetasi diputaran kedua.

PILKADA 2012_PUTARAN KEDUAPada putaran kedua, pasangan Joko Widodo-Basuki T Purnama mendapatkan suara sebesar 53,82% (2.472.130). Sementara pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli memperoleh suara 46,18% (2.120.815).

Merujuk data dan fakta yang ada di atas, semoga bisa sedikit membantu kita semua dalam melakukan analisa. Sehingga, kita bisa memahami kenapa dinamika politik akhir-akhir ini terus memanas jelang pendaftaran calon kandidat pada 19 – 21 September mendatang.

Leave a Reply